TAFSIR FALSAFI (Hadis Tarbawi)
TAFSIR FALSAFI
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
- Sejarah tentang Tafsir Falsafi
- Tafsir Falsafi dalam Pandangan Islam
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Tafsir Falsafi berarti `Penjelasan tentang kebenaran makna ayat at Quran dengan menggunakan petunjuk yang nyata, serta menggunakan pola pikir yang radikal, sistematis dan universal agar didapat satu kebenaran yang rasional.
Tafsir Falsafi sangat bertentangan dengan Agama Islam, dan penafsiran dengan metode Falsafi ini jauh dari pemahaman nash, sehingga apabila dilakukan, maka akan sama dengan menjadikan agama sebagai filsafat. Di sudut lain bagi kelompok yang mendukung Tafsir dengan metode falsali ini berpendapat bahwa antara falsafah dengan agama Islam tidak ada pertentangan yang signifikan, sebab menurut mereka pada dasarnya wahyu Allah swt. itu tidak bertentangan dengan akal, oleh sebab itu, mereka membuat metode sinergis, dengan mengintegrasikan agama dengan filsafat, yang dimanifestasikan dalam bentuk pemberian takwil pada nas A1 Quran yang tertentu dan memberikan kejelasan sesuai dengan pola pemikiran nalar.
Untuk lebih jelasnya mengenai tafsir falsafi akan dijelaskan pada bab selanjutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
- A. Sejarah tentang Tafsir Falsafi
Pada saat ilmu-ilmu agama dan sain mengalami kemajuan, kebudayaan-kebudayaan Islam berkembang kepada gerakan penerjemahan buku-buku yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Hal ini pula yang membawa Islam kepada pengenalan terhadap filsafat terutama dari buku-buku karangan Aristoteles dan Plato. Filsafat dianggap sebagai hal baru yang dapat mengeksplor pemikiran mereka dan oleh karena mereka sangat gandrung akan model pemikiran semacam ini, maka dari sinilah mengapa sebagian orang Islam menafsirkan al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan filsafat atau yang disebut dengan tafsir falsafi.
Yang dimaksud dengan tafsir falsafi dalam tafsir al-Mizan fi tafsir al-Qur’an adalah bagaimana para filosof membawa pikiran-pikiran filsafat dalam memahami ayat-ayat al-Qur’an. Diantara tokohnya adalah Al-Farabi, Ibnu-Shina. Sedang Thaba’ Thaba’i sendiri memasukkan pembahasan filsafat sebagai tambahan dalam menerangkan suatu ayat atau menolak teori filsafat yang bertentangan dengan al-Qur’an. Ia menggunakan pembahasan filsafat hanya pada sebagian ayat saja.[1]
selengkapnya download di:
http://www.ziddu.com/download/10281685/tafsirfalsafi.rar.html
[1] Muhammad Hussain At-Thaba’-Thaba’I, al-Mizan fi Tafsir Al-Qur’an. Bairut: (Mu,assisah al-Alamy Li al Mathbu’at) hal. 3
