ISLAM DAN PERUBAHAN SOSIAL (Metodologi Studi Islam)

•Juni 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

ISLAM DAN PERUBAHAN SOSIAL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

A.  TEORI TENTANG PERUBAHAN

  1. Arti Perubahan
  2. Teori Perubahan Masyarakat
  3. Faktor Penyebab Perubahan
  4. Arah Perubahan (Direction Of Change)

B.  KONSEP ISLAM TENTANG PERUBAHAN

  1. Perubahan Sebagai Hukum Alam
  2. Perubahan pada Masyarakat Muslim
  3. Nilai Perubahan

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

Perubahan  sosial  adalah  perubahan  dalam  hubungan  interaksi  antar  orang, organisasi atau komunitas, ia dapat menyangkut “struktur sosial” atau “pola nilai dan norma”  serta  “pran”. Dengan  demikina,  istilah  yang  lebih  lengkap mestinya  adalah “perubahan  sosial-kebudayaan”  karena  memang  antara  manusia  sebagai  makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri.

Cara  yang  paling  sederhana  untuk  mengerti  perubahan  sosial  (masyarakat) dan kebudayaan itu, adalah dengan membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi  di  dalam  masyarakat  itu  sendiri,  bahkan  jika  ingin  mendapatkan  gambaran yang lebih jelas lagi mengenai perubahan mayarakat dan kebudayaan itu, maka suatu hal  yang  paling  baik  dilakukan  adalah  mencoba  mengkap  semua  kejadian  yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.

Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari  berbagai  segi  diantaranya  :  ke  “arah”  mana  perubahan  dalam  masyarakat  itu “bergeak”  (direction  of  change)”,  yang  jelas  adalah  bahwa  perubahan  itu  bergerakmeninggalkan  faktor  yang  diubah.  Akan  tetapi  setelah  meninggalkan  faktor  itu mungkin perubahan  itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali, akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau.

Lalu apa sebenarnya yang kita maksud dengan perubahan masyarakat disini? Kebanyakan definisi membicarakan perubahan dalam arti  yang  sangat  luas. Wilbert Moore misalnya, mendefinisikan  perubahan  sosial  sebagai  “perubahan  penting  dari stuktur sosial” dan yang dimaksud dengan struktur sosial adalah “pola-pola perilaku dan  interaksi  sosial”[1] Dengan  demikian  dapat  diartikan  bahwa  perubahan  sosial dalam  suatu  kajian  untuk melihat  dan mempelajari  tingkah  laku masyarakat  dalam kaitannya  dengan  perubahan.  Nah,  apakah  Islam  juga  mempunyai  konsep  tentang ingkah  laku dan  struktur masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan? Mari kita lihat dalam uraian berikutnya.

BAB II

PEMBAHASAN

A.  TEORI TENTANG PERUBAHAN

  1. Arti Perubahan

Dalam menghadapi perubahan sosial budaya  tentu masalah utama yang perlu diselesaikan  ialah  pembatasan  pengertian  atau  definisi  perubahan  sosial  (danperubahan kebudayaan)  itu sendiri. Ahli-ahli  sosiologi dan antropologi  telah banyak membicarakannya.

William  F.  Ogburn  berpendapat,  ruang  lingkup  perubahan  sosial  meliputi unsur-unsur  kebudayaan,  baik  yang material  ataupun  yang  bukan material.  Unsur-unsur  material  itu  berpengaruh  besar  atas  bukan-material.  Kingsley  Davis berpendapat  bahwa  perubahan  sosial  ialah  perubahan  dalam  struktur  dan  fungsi masyarakat.  Misalnya,  dengan  timbulnya  organisasi  buruh  dalama  masyarakat kapitalis,  terjadi  perubahan-perubahan  hubungan  antara  buruh  dengan  majikan, selanjutnya perubahan-perubahan organisasi ekonomi dan politik.[2]

Mac  Iver  mengartikan  perubahan  sosial  sebagai  perubahan  hubungan-hubungan  sosial  atau  perubahan  keseimbangan  hubungan  sosial.  Gillin  dan  Gillin memandang perubahan sosial sebagai penyimpangan cara hidup yang  telah diterima, disebabkan  baik  oleh  perubahan  kondisi  geografi,  kebudayaan material,  komposisi penduduk,  ideologi  ataupun  karena  terjadinya  digusi  atau  penemuan  baru  dalam masyarakat.  Selanjutnya  Samuel  Koeing  mengartikan  perubahan  sosial  sebagai modifikasi  yang  terjadi  dalam  pola-pola  kehidupan  manusia,  disebabkan  oleh perkara-perkara intren atau ekstern.[3]

selengkapnya silahkan download di:

http://www.ziddu.com/download/10288228/Islam_dan_perubahan_sosial.rar.html

Belajar Web Bisnis


[1] Wilbert E. Maore, Order and Change, Essay in Comparative Sosiology, New York, John Wiley & Sons, 1967 : 3

[2] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Penantar, (Jakarta : Yayasan Penerbit Universitas Indonesia, 1974), hal. 217

[3] Ibid, hal. 218

TURKI USMANI (Sejarah Peradaban Islam)

•Juni 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

TURKI USMANI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

A.  Asal Mula Turki Usmani

B.  Perluasan Wilayah Turki Usmani di Asia Kecil

C.  Kerajaan Usmani

D.  Perluasan Wilayah Turki Usmani

E.  Kebudayaan

F.  Kemunduran Turki Usmani

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

Setelah Khilafah Abbasiyah di Baghdad runtuh akibat serangan tentara Mongol, kekuatan politik Islam mengalami kemunduran secara drastis. Wilayah kekuasaannya tercabik-cabik dalam beberapa kerajaan kecil yang satu sama lain saling memerangi. Beberapa peninggalan budaya dan peradaban Islam banyak yang hancur akibat serangan bangsa Mongol itu, Keadaan politik umat Islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, diantaranya Usmani di Turki, Mughal di India dan Safawi di Persia. Kerajaan Usmani ini adalah yang pertama berdiri juga yang terbesar dan paling lama bertahan dibanding dua kerajaan lainnya.

Dalam perkembangannya dunia islam selalu mengalami pasang surut dan disini saya akan memaparkan tentang periode-periode yang ada pada kerajaan Turki Usmani mulai dari awal berdirinya sampai keruntuhannya, karena kerajaan Turki Usmani inilah yang menjadi sebuah pioner dalam perkembangan dunia islam pada masanya dan juga kehancurannya menjadi sebuah pembuka masuknya era industrialisasi kedunia islam.

Untuk mengetahui labih jelasnya maka dalam makalah ini akan kami terangkan lebih lanjut mengenai Turki Usmani.


BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Asal Mula Turki Usmani

Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh suku bangsa pengembara yang berasal dari wilayah Asia Tengah, yang termasuk suku kayi. Ketika bangsa Mongol menyerang dunia Islam, pemimpin suku Kayi, Sulaiman Syah, mengajar anggota sukunya untuk menghindari serbuan bangsa Mongol tersebut dari lari ke arah barat. Bangsa Mongol itu mulai menyerang dan menaklukan wilayah islam yang berada dibawah kekuasaan dinasti khwarazm syah tahun 1219-1220. Sulaiman syah meminta perlindungan kepada jalal ad-Din, pemimpin terakhir dinasti khwarazm syah tersebut di transoksaria sebelum dikalahkan oleh pasukan Mongol. Jalal ad-Din memberikan jalan agar Sulaiman pergi ke barat kea rah asia kecil, dan disanalah mereka menatap. Dalam usahanya pindah ke negeri syam itu, pemimpn orang-orang turki tersebut mendapat kecelakan hanyut di sungai Euphrat yang tiba-tiba pasang karena banjir besar tahun 1228.[1]

Bangsa Turki Usmani berasal dari keluarga Qabey salah satu kabilah al-Ghaz Al-Turki, yang mendiami daerah Turkistan. Pemimpinnya yang terkenal bernama sulaiman yang membawa kabilahnya sesuai perang milaz kurd, mengembara ke asia kecil. Akan tetapi ditengah perjalanan, tepatnya di daerah eprbatasan Halb, Sulaiman meninggal dunia, sehingga rombongan pengembara tersebut menjadi bimbang apakah terus melanjutkan pengembaraannya atau pulang kembali ke tempat asal mereka. Rombongan pengembara tersebut akhirnya pecah menjadi dua kelompok. Kelompok kedua yang melanjutkan perjalanannya dan memilih putra Sulaiman, Arthogrol sebagai pimpinan mereka. Sesampainya di asia kecil rombongan arthogrol mengabdikan diri kepada Sultan Alauddin II yang mana saat itu kebetulan seorang berperang dengan Byzantium, maka Arthogrol bersama rombongan pun segera membantu pasukan tentara Alauddin.

  1. B. Perluasan Wilayah Turki Usmani di Asia Kecil

Setelah Utsman wafat (1326 M), Urkhan naik tahta. Pada tahun pertama dari masa pemerintahannya ia berhasil menaklukkan kota Broessa dan pada tahun berikutnya ia dapat menduduki kota Azmir. Menyusul kemudian Thawasyanly (1330). Seorangkan untuk menaklukkan kota Ankara sengaja Urchan menunjuk putranya, Sulaiman, sebagai panglimanya. Maka pada tahun 1354 disiapkannya pasukan Usmani di bawah komando Sulaiaman untuk menyerang Ankara dan pada tahun itu juga Ankara berhasil dikuasai.

selengkapnya silahkan download di:

http://www.ziddu.com/download/10288092/turkiUsmani.rar.html

belajar web bisnis


[1] DR. Styafiq El-Mughni, Sejarah Kebudayaan Islam di Turki, (Logos Wacana Ilmu, 1997), hal 51-52

Proposal PTK

•Juni 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Proposal

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MELAFALKAN MAKHARIJUL HURUF SURAH-SURAH PENDEK MELALUI METODE DRILL PADA KELAS V MADRASAH ISLAM AL-AMAN BANJARMASIN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI

BANJARMASIN

2010


BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. LATAR BELAKANG

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap  jenis  dan  jenjang  pendidikan. Ini berarti,  bahwa  berhasil  atau  gagalnya  pencapaian  tujuan  pendidikan  itu  amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Selain itu,  belajar  juga merupakan  langkah  awal  seorang  karena  dengan  belajar seseorang  bisa memilih mana  yang  baik  untuk  dikerjakan  dan mana  yang  buruk untuk ditinggalkan.

Oleh  karena  itu,  belajar  memerlukan  perhatian  yang  serius  dari  pada pendidik,  sebab  di  tangan  pendidik  belajar  akan  terlaksana  dan  dapat  berhasil, akan  tetapi proses belajar  tidak akan berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan apabila  tidak  didukung  oleh  beberapa  faktor  yang  dapat  mempengaruhi keberhasilan siswa.

Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan  pembelajaran  di  sekolah.  Guru  sangat  berperan  dalam  membantu perkembangan  peserta  didik  untuk mewujudkan  tujuan  hidupnya  secara  optimal. Keyakinan ini muncul karena manusia adalah mahluk lemah, yang dalam perkembangannya  senantiasa membutuhkan  orang  lain,  sejak  lahir,  bahkan  pada saat meninggal. Semua itu menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain  dalam  perkembangannya,  demikian  halnya  peserta  didik;  ketika  orang  tua mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu juga ia menaruh harapan  terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal.

selengkapnya silahkan download di:

http://www.ziddu.com/download/10287962/KUPAYAMENINGKATKANKEMAMPUANSISWAMELALUIMETODEDRILL.rar.html

KANDUNGAN SURAH AL-QARI’AH DAN AZ-ZALZALAH (MATERI QUR’AN)

•Juni 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

KANDUNGAN SURAH AL-QARI’AH DAN AZ-ZALZALAH

BAB I

PENDAHULUAN

Hari Akhir mungkin bukanlah istilah yang akrab bagi kebanyakan orang. Hari Akhir berarti ‘masa terakhir.’ Menurut kitab-kitab Islam, hal ini berarti sebuah periode waktu yang dekat dengan Hari Kiamat.

Berbagai tanda-tanda di dalam Al Qur’an dan tambahan penjelasan tentang Hari Akhir dalam kitab hadits memungkinkan kita sampai pada sebuah kesimpulan yang sangat penting. Seperti firman Allah:

“Dan katakanlah: ”Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan” (QS An Naml: 93).

Hal lain yang harus ditegaskan di sini adalah bahwa Allah Maha Mengetahui tentang segala sesuatu. Seperti di setiap persoalan lainnya, kita tidak mempunyai pengetahuan sama sekali selain yang telah Dia beritahukan kepada kita.

Penjelasan tentang berbagai peristiwa yang dibahas di halaman-halaman berikutnya dibuat menurut petunjuk ayat Al-Qur’an,

BAB II

PEMBAHASAN

Kandungan surah al-Qari’ah dan Az-Zalzalah

Surah al-Qari’ah dan surah Az-Zalzalah sama-sama mengandung tentang kejadian pada hari kiamat, dalam ayat lain surat an-Naml ayat 87, Allah Berfirman:

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, Maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (QS. Surat An-Naml: 87)

Ketika malaikat israfil telah meniup sangkakalanya sebagai pertanda datangnya hari kiamat, bumi bergoncang hebat, mengeluarkan segala isinya, langit terbelah dan hancur, matahari digulung dan bintang-bintang berjatuhan. Saat itulah manusia terkejut, sadar dan menyesali dirinya tidak mengimani hari yang dijanjikan itu. Hanya orang-orang beriman saja yang tidak menyesali dirinya karena mereka sudah memiliki bekal untuk menempuhnya. Kita tentunya tidak ingin termasuk golongan orang-orang yeng menyesal itu (Na’udzubillah).

Iman kepada datangnya hari yang dijanjikan, itu artinya iman kepada hari kiamat. Apa itu iman kepada hari kiamat? Menurut bahasa kiamat memiliki dua arti, yaitu kebangkitan dan akhir. Adapun menurut istilah kiamat berarti: hari kebangkitan manusia dari alam kubur ke alam akhirat untuk menerima pengadilan dari Allah. Atau hari saat berakhirnya alam semesta dan seisinya.

selengkapnya download di:

http://www.ziddu.com/download/10287951/Kandungansurahal-QariahdanAz-Zalzalah.rar.html

Belajar Web Bisnis

KARAKTERISTIK DAN KEUNGGULAN HUKUM ISLAM (Filsafat Hukum Islam)

•Juni 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

KARAKTERISTIK DAN KEUNGGULAN HUKUM ISLAM

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

A.  Karakteristik Hukum Islam

B.  Keunggulan Hukum Islam

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

Hukum islam menghimpun segala sudut dan segi dengan berbeda-beda did alam suatu kesatuan. Karenanya hukum islam tidak menghendaki adanya pertentangan antara ushul dengan furu’, satu sama lain saling melengkapi, saling menguatkan, ibarat sebatang pohon, semakin banyak cabang-cabangnya semakin kokoh dan teguh batangnya, semakin subur pertumbuhannya, semakin segar kehidupannya.

Di dalam berasimilasi, hukum islam member dan menerima penolakan dan pembantahan menurut kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Dengan teguh dia memelihara kapribadiannya. Namun demikian dia tidak membeku, tidak bertabiat jumud dan tidak pula berlebih lebihan (duna jumuddin wala tatharrufin).

Hukum islam sanggup mempertemukan antara hal-hal yang bertentangan dengan luwes dan lurus tanpa perlu memihak kepada suatu pihak.

Manusia tersusun dari ruh dan maddah (materi), fikir dan hati. Dan isla mempunyai asas mengawinkan antara ruhil (kejiwaan) dengan maddi (kebendaan), tidak mempertentangkan antara keduanya. Keseimbangan hukum islam Nampak terlihat dan tergambar antara lama dan baru, antara barat dan timur, antara masa dahulu dan masa kini. Falsafah islam mengumpulkan antara akidah dengan syariat. Syariat tanpa hakikat adalah dusta dan ria. Hakikat tanpa syariat adalah kefasikan tanpa mematuhi undang-undang.

Hukum silam mempunyai dataran yang lebar. Hukum islam tidak membatasi gerak-gerik manusia, selalu memberikan kebebasan mencari yang berpadanan. Hukum islam adalah hukum yang memberi perhatian kepada kenyataan-kenyataan yang terjadi dan cia-cita maju yang berkembang hidup. Karenanya, hukum islam membolehkan mahdhurat diketika timbul darurat.

Hukum islam tidaklah merupakan suatu yang ideal yang menjunjung tinggi yang tak mungkin di jangkau dan tidaklah pula merupakan materi untuk perkembangan inderanya, sebagaimana memerlukan wahyu atau nash syara’ untuk memahami segala sesuatu dan mengetahui sebab-sebabnya.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Karakteristik Hukum Islam

Hukum islam adalah hukum yang berkarakter, dia mempunyai ciri-ciri khas. Hukum islam mempunyai tiga karakter yang merupakan ketentuan yang tidak berubah-ubah.

Karakteristik dan cirri-ciri khas yang tiga itu ialah:

  1. Tawakkal, sempurna bulat dan tuntas
  2. Wasathiyah, imbang, harmonis
  3. Harakah, dinamis (bergerak dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman)
  1. 1. Takamul (utuh)

Hukum islam embentuk ummat dalam suatu kesatuan yang bulat walaupun mereka berbeda-beda bangsa dan berlain-lainan suku.

Hukum-hukum islam, walaupun masa berganti masa namun dia tetap memmpunyai karakter yang utuh, harmonis dan dinamis.

Dimaksud dengan takamul ialah: “lengkap, semprna dan bulat, berkumpul padanya aneka pandangan hidup.”

Hukum islam bersifat Syumul, dia dapat melayani golongan yang tetap bertahan pada apa yang usang dan dapat melayani golongan yang menginginkan pembaharuan-pembaharuan, dapat melayani ahli naqal dan ahli’aqal, dapat melayani ahlul kitab was sunnah, sebagaimana dapat melayani ahlul ra’yi dan qias dan mampu berasimilasi dengan segala bentuk masyarakat serta tingkat kecerdasannya.

Teoti Syumul berwujud dlam kemampuannya menampung segala perkembangan dan segala kecenderungan serta dapat berjalan seiring dengan perkembangan-perkembangan itu dan menuangkannya dalam suatu acuan.

selengkapnya download di:

http://www.ziddu.com/download/10287775/karakteristikdankeunggulanhukumislam.rar.html

Belajar Web Bisnis

Contoh Proposal PTK

•Juni 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS III PADA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SUNGAI DURIAN KEC. BANUA LAWAS

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BANJAR MASIN

2010



OUTLINE PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Halaman Sampul (Judul Penelitian)

Abstrak

Kata Pengantar

Daftar Tabel

Daftar Gambar

Daftar Lampiran

BAB I PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah
  2. B. Indifikasi Masalah
  3. C. Perumusan Masalah
  4. D. Cara Pemecahan Masalah
  5. E. Hipotises Tindakan
  6. F. Tujuan Penelitian
  7. G. Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN TEORITIS

  1. A. Metode Kerja Kelompok
  2. B. Pendidikan Tutur Sebaya Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak
  3. C. Hakikat Hasil Belajar dan Aktipitas Siswa Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

BAB III METODE PENELITIAN

  1. A. Setting Penelitian
  2. B. Persiapan penelitian Tindskan Kelas
  3. C. Subjek Penelitian
  4. D. Sumber Data
  5. E. Tehnik dan Alat Pengumpul Data
  6. F. Indikator Kenerja
  7. G. Tehnik Analisis Data
  8. H. Prosedur Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIN DAN PEMBAHASAN

  1. A. Diskripsi Hasil Penelitian
  2. B. Pembahasan

BAB V PENUTUP

  1. A. Kesimpulan
  2. B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

selengkapnya silahkan download di:

http://www.ziddu.com/download/10287747/TANHASILBELAJARSISWAMELALUIPEMBELAJARANTUTORSEBAYA.rar.html

Pemikiran Islam Modern (Metodologi Studi Islam)

•Juni 14, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pemikiran Islam Modern

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI i

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN

A.  Modern dan Islami

B.  Pemikiran Kontemporer dan Modern

C.  Pemikiran Kontemporer Sunni dan Syiah

D.  Islam Liberal

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

Adalah barang tentu menjadi pertanyaan kembali, mengingat pemikiran kontemporer Islam yang bersifat islami itu dihubungkan dengan modern yang identik dengan Barat. Pemikiran merupakan wacana yang berkembang secara dialektik, yakni dalam periodisasi waktu, atau pada tempat atau kawasan tertentu.[1] Setidaknya kita menyegarkan kembali akan pemahaman yang dimaksud dengan modern, dan juga yang dimaksud dengan islami. Pembahasan ini meliputi dua arus besar pemikiran yang selalu dihadapkan sebagai dua buah ideologi besar, yakni Islam dan Barat.

Dalam wacana pemikiran modern, antara Islam dan Barat, titik utama kajiannya terletak pada tataran epistemologis, yakni sumber pengetahuan. Corak pemikiran Islam, sesuai dengan sumber pengetahuannya selalu mengacu pada Al-Qur’an dan Sunnah yang menjadi ciri kahasnya. Keduanya sebagai epistemologi merupakan pembeda dengan corak pemikiran lainnya. Bergitu pun berbagai kajian yang notabene melingkupi berbagai keilmuan Islam. Maka, berbagai kerangka pemikiran yang mengabsenkan Al Qur’an dan Sunnah -yang menjadi khasnya- barang tentu tidak dikatakan sebagai pemikiran Islam. Adapun pada tataran aksiologis, pemikiran Islam ataupun Barat akan membias dan hilang corak khasnya karena disesuaikan dengan world view yang ada.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Modern dan Islami

Renessains yang terjadi di Eropa pada abad-16, merupakan dasar tombak bagi Barat dalam kemajuannya, terutama dalam lini pemikiran. Kebebasan akal yang menjadi prioritas diusung oleh beberapa tokoh seperti Rene Descartes, August Comte, Imanuel Kant, dan Fancis Bacon, mampu menjelma seketika –pemikirannya- sebagai sebuah hegemoni pemikiran yang sangat terasa gaungnya. Renessains menjadikan Eropa bergerak pesat meninggalkan peradaban yang lainnya, khususnya Islam. Inilah dimana Barat memulai kemodernan yang menjadi pengaruh di seluruh dunia, sehingga tak pelak bahwa modern kerap identik dengan Barat. Basis epistemologis yang dipakai dalam pemikiran Barat, setelah dipaparkan di atas, menjadi jelas akan kebebasan akal yang dipakai sebagai pijakan sumber pengetahuan.

Yang kemudian menjadi pertanyaan, dengan tidak menafikan fakta sejarah, akan banyaknya pemikir Islam yang menggunakan metodologi Barat sebagai kacamata dalam melihat Islam. Begitupun para pemikir Barat yang menggunakan kacamata Islam dalam melihat Barat. Seperti yang dilakukan oleh beberapa pemikir Islam yang pernah mengenyam pendidikan di Barat, seperti Seyyed Hosein Nasr, Ali Syariati, Imam Khomeini, dsb, membuat kita bertanya kembali sebagai umat Islam, apakah modernitas merupakan sesuatu yang ‘haram’ karena ke-Baratannya, dan apakah modern hanya melulu dikalaim sebagai milik Barat?

selengkapnya silahkan download di:

http://www.ziddu.com/download/10287540/islammodern.rar.html

Belajar Web Bisnis


[1]Mohamed Abed Al Jabiri, dkk, Dialektika PeradabanModernisme Politik dan Budaya di Akhir Abad ke 20- (Yogyakarta: Qalam, 2002), hal 44

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.