QADHA DAN QADAR (tasawuf)

DAFTAR ISI

BAB I    PENDAHULUAN

BAB II   PEMBAHASAN

  1. Pengertian
  2. Qadar atau Takdir
  3. Kewajiban Beriman Kepada Takdir
  4. Hikmat Keimanan kepada Takdir

BAB III KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

Pertanyaan-pertanyaan yang selalu menghantui manusia dalam hidupnya adalah dari manakah ia berada (di dunia ini), kemanakah ia akan dikembalikan kelak dan apakah tujuan dari keberadaannya ini?

Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan manusia kepada dirinya sepanjang masa ini memerlukan jawaban yang jitu dan memuaskan, supaya ia, berdasarkan jawaban tersebut, dapat mengambil sikap yang tegas dalam kehidupannya, meluruskan perilakunya dan menegakkan undang-undang ideal yang diminati oleh masyarakatnya.

Disini akan dibahas suatu masalah yang kami anggap sangat penting bagi kita umat Islam, yaitu masalah Qadha’ dan Qadar. Mudah-mudahan Allah Ta’ala membukakan pintu karunia dan rahmatNya bagi kita, menjadikan kita termasuk para pembimbing yang mengikuti jalan kebenaran dan para pembina yang membawa pembaharuan.

Sebenarnya masalah ini sudah jelas. akan tetapi kalau bukan karena banyaknya pertanyaan dan banyaknya orang yang masih kabur dalam memahami masalah ini serta banyaknya orang yang membicarakanya, yang kadangkala benar tetapi seringkali salah; di samping itu tersebarnya pemahaman – pemahaman yang hanya karena mengikuti hawa nafsu dan adanya orang –orang fasik yang berdalih dengan qadha’ dan qadar untuk kefasikannya; seandainya bukan karena itu semua, niscaya kami tidak akan berbicara tentang masalah ini.

Sudah sejak duhulu masalah qadha’ dan qadar menjadi ajang perselisihan di kalangan umat Islam. Diriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar menemui shahabatnya , ketika itu mereka sedang berselisih tentang masalah Qadha’ dan Qadar (takdir) maka beliau melarangnya dan memperingatkan bahwa kehancuran umat – umat terdahalu tiada lain karena perdebatan seperti ini.


BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. PENGERTIAN

Qodha adalah ketetapan atau ketentuan Allah yang sudah dibuat dari masa azzali yaitu masa yang tidak ada batas waktunya. Artinya dari dulu yang tidak diketahui kapan itu oleh manusia. Sedangkan qadar adalah ukuran atau ketetapan suatu kejadian yang muncul setelah kejadian itu diciptakan. Dan takdir adalah etetapanyang telah dibuat Tuhan untuk suatu perbiatan.[1] Percaya terhadap qadha dan qadar adalah rukun iman yang keenam. Ringkasan kepercayaan ini ialah bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam alam ini, atau terjadi pada diri kita manusia sendiri, buruk dan baik, naik dan jatuh, senang dan sakit dan segala gerak gerik hidup kita, semuanya tidaklah lepas dari takdir atau ketentuan Ilahi.

selengkapnya silahkan download di:

http://www.ziddu.com/download/10295946/Makalahtasawuf.rar.html


[1] Rahman Ritonga, Akidah, (Surabaya: Amelia, 2005), hal. 89

~ oleh ernawati90 pada Juni 15, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: